Selasa, 31 Januari 2012

MATAHARI

Hujan... Hujan...Hujan ...
kakiku membeku dalam dingin
Sungguh Dingin sekali pagi ini
Angin kencang... banjir tiba ...
pohon melambai kencang seperti bosan diam terus ditempatnya

Matahari...Wahai mentari.... di manakah kau berada ?
Dia menjawab mesra : Aku ada di Jakarta
demikian katanya

Mentariku  di Jakarta
terimakasih karena telah memberikan kehangatan
terimakasih karena telah memberikan cahaya
terimakasih ....atas segalanya ...

Selamat Pagi Matahari....

Note : Puisi di akhir Januari dari pangeran. 

Rabu, 18 Januari 2012

BAKSO


Seperti bakso yang tidak lengkap tanpa bakmi
Rasanya diriku kurang lengkap tanpa dirimu
Seperti bakwan yang tidak enak tanpa saus
Hidup menjadi lebih penuh rasa dengan kehadiranmu

Bang, abang...
bakso komplitnya satu dong...
Iya neng....
pedes gak neng ?

Iya pedes sedikit,  tambahin saos ya bang

Bakso dan bakmi dicampurbaur dalam mangkok tukang bakso
memberi makan, memberi kehidupan.
Tukang bakso dengan sigak meracik bumbu
memandang penuh kepuasan .

Laris Manis Tanjung Kimpul

Kemudian Dia pun terus berjalan
penuh semangat mengitari jalan-jalan
menawarkan bakso dan bakmi
yang memberi hidup
buat kamu , aku dan kita
buat anak cucunya.

Note : Salah satu puisi karya sang pangeran yang menurut saya keren.

Senin, 14 November 2011

DALAM DINGIN

Dingin AC
menggigilkan
mengingatkan
aku rindu dekapmu

biar enyah dingin ini....

Jumat, 11 November 2011

ADA PESAN

Ada pesan bermakna
di kotak kecil yang  tengah lelap


Ada suara menyapa
di kotak kecil saat kubuka

Ada pesan kata suara itu
tanpa membaca, aku pun tahu

Ada pesan beraroma bunga
yang kau tulis di tengah malam

Ada pesan yang kunanti
yang merengkuh hati hingga berseri-seri

 

Selasa, 08 November 2011

JIKA KAMU MENJADI MILIKKU


Jika kamu  menjadi milikku, aku akan belajar masak
Meski bajuku beraroma asap dan tanganku terciprat minyak
Karena nenekku bilang : “Dari rasa turun ke hati.  Ada cinta di dalam semangkuk sup lobak."

Jika kamu menjadi milikku, aku akan belajar menjahit
Meski jemariku tertusuk jarum dan darah menetes genit
Karena  setiap tisikan di kemejamu adalah bukti  cintaku yang selangit   

Jika  kamu menjadi milikku, aku akan merangkai sejuta cerita
Meski tanganku lelah mengetik kata demi kata
Karena di setiap helai kumis lebatmu  ada sepenggal imajinasi yang merona