Minggu, 08 November 2009

SURAT BUAT CICAK

Yang terhormat,
para cicak di dinding

Apa kabar, hai para cicak?
kudengar suara kalian berdecak-decak
sepertinya kalian sibuk mengusir para buaya norak
bagus..bagus..memang itulah tugas para cicak

tapi...jangan lupakan tugas utama kalian
lihatlah para nyamuk yang terbang lamban
perut mereka gendut kekenyangan
setelah mengisap darah nan menyegarkan

tak kalian lihatkah bentol-bentol merah di betis dan tangan kami?
jangan terlena dan lupa diri!
cepatlah kemari!
sikat habis nyamuk-nyamuk tak tahu diri
kami tak mau menggaruk lagi
kami tak ingin gatal-gatal sepanjang hari

Sekian surat kami
SALAM CICAK BERANI MATI!

16 komentar:

JengSRI.Com mengatakan...

itu cicak2 di dinding
apa cicak2 di hutan sih,
hihih
pa kabar nyonyah ;)?

lovepassword mengatakan...

biasanya kamu nyurati aku fan. Tumben malah nyurati cicak :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@lovepassword : jadi minta disuratin nih? Kangen ya? hahahhaha....

@jeng : lho,kok nyonya?

Saung Web mengatakan...

Mau cicak di dinding, di hutan , dikota...pokoknya Mari kita rame3 dukung agar cicak2 itu menang lawan buaya darat

Saung Bisnisku mengatakan...

Jika cicak bersatu.. pasti buaya itu kabur malu sendiri hehe

Ra-Kun mengatakan...

wah, lucu nih.... :)

elistadyon mengatakan...

cicak kalau jatuhin orang katanya pertanda nggak baik ya (huf mitos)
hehe salam kenal nich

Yudi mengatakan...

Bwt cicak.. Jangan lupa ma nyamuknya lho..

elpa mengatakan...

wah cicak harus bekerja keras melawan buaya juga nyamuk

zujoe mengatakan...

tenang... kucing kadang kadang juga doyan nyamuk, lumayan bisa di peyek hehehe...

pushandaka mengatakan...

Cicak? Sebenarnya ndak ada bedanya dengan buaya. Mereka itu sama saja. Maka, jangan tertipu. Cicak memang memakan nyamuk, tapi tainya akan mengotori rumah.

Kedamaian Indonesia di atas segalanya. Ndak peduli itu Cicak, Buaya, atau binatang melata lainnya. Hehe!

aprillins mengatakan...

wew.. yang psikolog ntuh tuh.. si jengsri.. ehueheuehueh..

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

cicak-cicak di dinding
diam-diam merayap
datang seekor buaya...
hap... langsung ditelan...
he..he..he... nyambung gak ya???

ateh75 mengatakan...

Lho lho aku kok baru tahu rumah mba fanny yg ini yah ?..rumah lukisan kata yg indah mba..oh ya makasih banyak ya atas idenya untuk mereview saya di blognya bang Munir ardi...

zee mengatakan...

Hhmm..
Ilustrasi yang tepat sekali ttg nyamuk gendut kekenyangan itu.
Klo udah liat nyamuk gendut berseliweran rasanya dendam banged krn dia pasti habis ngisep darah siapa gitu... pengen dikejar dan ditepuk mati.

Abi Sabila mengatakan...

cicak boleh tidak bisa membaca, tapi dia punya rasa. meski surat ini mungkin tak mereka baca, saya yakin mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, dengan perasaan mereka