Kamis, 07 Juli 2011

“Poetry Hujan: HUJAN MENGETUK...."

Hujan mengetuk dinding hatimu
Iramanya syahdu mencuatkan rindu malu-malu
dan kau tiupkan pada kotak pesanku : '"Apa kabarmu?"

Akh, basa-basi yang tak biasa
Isyarat rindu yang membuncah rasa
Rasamu dan rasaku yang berdansa

Hujan mengetuk dinding hatiku
Iramanya syahdu mencuatkan rindu malu-malu
dan kutiupkan pada kotak pesanmu ; "Apakah kamu merindukanku?"

Akh, pipi panas merona merah
saat sebuah jawab mesra menggugah
"Ya, aku rindu senyummu yang secantik mawar merekah."

Hujan mengetuk lembut hati kita
Sejuknya bagai bertahta
Aromanya manis menguar cinta...




Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

11 komentar:

riez mengatakan...

Permisi saya boleh ikut berdansa ditengah hujan ini?


Salam kenal dari riez

pri crimbun mengatakan...

waduh hujannya lebat nian :)

puteriamirillis mengatakan...

terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis Poetry Hujan..^^

*aku pun rindu pada mu..

Dhe mengatakan...

wuihh..lg2 sweetnya fanny.. dhe senang hujan, suka hujan... dan puisi ini..indah sx ^^

honeylizious mengatakan...

bagussss puisinya....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@honey : makasih. jadi malu. hiks..

R. Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Goresan penanya bagus sekali Mba.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

DewiFatma mengatakan...

wowww.....!

Jadi gak pede mo ikutan.....

putrimeneng mengatakan...

seperti hujan, yang melepaskan rindu sang langit kepada bumi

seperti itu pula kamu dan aku

hayaah ikut-ikutan :))

salam kenal :)

waroeng coffee mengatakan...

tuh kan ratunya puisi dah ikutan, pasrah deh

Orin mengatakan...

Puisinya yg indah..