Hujan mengetuk dinding hatimu
Iramanya syahdu mencuatkan rindu malu-malu
dan kau tiupkan pada kotak pesanku : '"Apa kabarmu?"
Akh, basa-basi yang tak biasa
Isyarat rindu yang membuncah rasa
Rasamu dan rasaku yang berdansa
Hujan mengetuk dinding hatiku
Iramanya syahdu mencuatkan rindu malu-malu
dan kutiupkan pada kotak pesanmu ; "Apakah kamu merindukanku?"
Akh, pipi panas merona merah
saat sebuah jawab mesra menggugah
"Ya, aku rindu senyummu yang secantik mawar merekah."
Hujan mengetuk lembut hati kita
Sejuknya bagai bertahta
Aromanya manis menguar cinta...
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

11 komentar:
Permisi saya boleh ikut berdansa ditengah hujan ini?
Salam kenal dari riez
waduh hujannya lebat nian :)
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis Poetry Hujan..^^
*aku pun rindu pada mu..
wuihh..lg2 sweetnya fanny.. dhe senang hujan, suka hujan... dan puisi ini..indah sx ^^
bagussss puisinya....
@honey : makasih. jadi malu. hiks..
Goresan penanya bagus sekali Mba.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
wowww.....!
Jadi gak pede mo ikutan.....
seperti hujan, yang melepaskan rindu sang langit kepada bumi
seperti itu pula kamu dan aku
hayaah ikut-ikutan :))
salam kenal :)
tuh kan ratunya puisi dah ikutan, pasrah deh
Puisinya yg indah..
Poskan Komentar